Kadang sedih juga ketika melihat teman tidak tahu apa itu email, fb, twitter apalagi website atau blog. Nah giliran saya nih yang menjelaskan sudah berbusa-busa tapi masih tidak mengerti juga. PARAH. Yah resiko kalo zaman tekhnologi seperti ini tapi tidak pernah update isi otak. Pasalnya mereka taunya Cuma hape aja sama pulsa tentunya itupun mau ngisiin lagu format mp3 aja taunya Cuma via BT atau infrared.

Ingat waktu dijakarta ditawarin bagian pergudangan gaji lumayan sich sekitar Rp. 1500.000. Jaga gudang ya mas? Iya jaga gudang tapi Cuma pass waktu barang masuk kita mantau terus input barang keluar masuk dan simpan datanya di komputer dengan softaware tentunya. Kerjanya Cuma akhir pekan saja, yah sabtu atau minggu tergantung barang masuk hari minggu apa sabtu. Berhubung saya masih kuliah dan teman-teman dijakarta tidak terlalu mengerti tentang komputer apalagi pengoperasiannya yah ditolak deh tawaran tersebut.

Kembali ke soal gaptek tadi, sebenarnya tidak gaptek Cuma tidak mau belajar dan tidak mau tau tentang tekhnologi saja. Yah zaman sekarang setidaknya sudah bisa bikin akun email. Ada yang lucu ketika seseorang saya tanya :

kamu nggak ada akun email di gmail.com, kataku.

Gmail yang gimana sich, jawabnya.

Nah email saja dia tidak tau, entahlah apa Cuma tau email itu Cuma yahoo mail atau bikinnya pun org lain.

Nah mulai sekarang baca buku, baca ebook, baca isi blog orang lain. Banyak kok ilmu yang berkualitas bisa anda baca secara gratis. Maanfatkan dunia maya sebagai gerbang informasi terkini. Kalau kata orang internet berbahaya, pornografi, banyak virus yah cegah alias filter toh anda sudah dewasa. Jika masih anak-anak yah ornag tua harus menjaga aktifitas anak-anaknya.

Ada seorang teman dari malang menelpon saya mengatakan, ia mas anak zaman sekarang facebook saja sudah mahir menggunakannya, Saya saja “ujarnya temanku” untuk ganti photo profil akun facebook saja tidak tahu. Mendengar itu Cuma saya jawab banyak-banyak membaca mas. Kalo malas baca tanya sama yang sudah tahu. Makanya bacalah agar kamu mengerti. Semoga jadi renungan kita.

Iklan